diriku di surabaya

DIRIKU YANG BERBEDA, DI SURABAYA

Aku, adalah sosok yang layak memperoleh perhatian, usiaku 18 tahun. Kepala, pundak, dan dadaku memiliki ukuran yang menarik perhatian. Proporsi masing-masing terhadap yang lain menimbulkan pengaruh yang membuat siapapun dan dimanapun akan membenarkan pemakaian kata yang laebih dahsyat daripada tampan.

Di saat aku mulai terkenal sampai keluar daerah asalku, Sebaung(wkwkwkwk). Kata “Tom Cruise” sering digunakan semua orang untuk menggambarkan diriku, sewaktu aku melangkah turun dari motorku(my luphly vega R), kakiku memamerkan betapa ideal proporsi tubuhku. Dan langkah-langkahku yang ringan, sikap berdiri yang tegap, gerak-gerikku yang santai, semua memperkuat kesan jantan yang sempurna ( bukan kambing jantan ya....). Keluwesanku dipadu dengan perawakanku yang besar( kira2 2X t-rex lah), serta sepasang mata yang besar dan agak berbinar(yen sipit cino rek), rambut hitam lebat ( gag gundul), kulit yang agak gelap memberikan kesan kuat ketampanan seorang bangsawan persia. Kesantunanku ketika menawarkan tempat duduk kepada orang lain menunjukkan keramahanku yang tulus pada sesama. Suaraku seolah menggaung, maskulin, sekaligus hangat. Kesukaanku tampil dangan sepatu bersih mengilap mencerminkan kesadaranku tentang selera berbusana yang berbeda dengan lelaki lain di sekitarku( anti mati gaya cak).

Aku bukan orang yang cerdas, hanya secuil dari lapisan masyarakat yang gemar bermain poker, tennis, golf dan nonton bola sampai larut malam, hampir tak ada aktifitas yang mendukung perkuliahanku. Online???? gak bgt suka tuh..... tp klo facebook, hobi bgt( sama ajah ya). Dengan kamar(kos-kosan) yang selalu acak-acakan, dimana aku pernah naruh baju bersih di kolong tempat tidur dan buku tulis yang kujadikan satu tempat dengan alat-alat makan (ini kamar atau dapur sich).....wkwkwkwkwkwk

okey, kita beralih ke kampusku. Disinilah aku, kampus PPNS-ITS. Tehnik bangunan kapal prodi pengelasan( welding engineering cak). Dengan mahasiswa yang seluruhnya diisi manusia-manusia jantan (gag ada ceweknya), kira2, selulusnya dari sana, masihkah aku normal??? belum ada survey yang membuktikan kebenaran teori tersebut. ITS, Tempat dimana aku kenal hewan langka dari seluruh pelosok negeri (beneran, di kampusku ada kandang burung meraknya). Sebelum masuk kampusku ajah ada tulisan yang terpampang dengan indahnya “daerah konservasi burung, dilarang menembak” dalam kepalaku, terlintas pikiran “ ini kampus atau suaka marga satwa????” okey, kita beralih ke dosen, ada satu dosen yang kalau nerangin, selalu ngeliat ke bawah, kayak orang lagi nyari uangnya yang jatuh, namanya munir. Tapi di balik tampangnya yang bego'. Busyet galak bgt pak(mungkin gara-gara kasus HAM yang gak kunjung selesai, semoga pembunuhnya segera ditangkap dan dihukum ya pak), gara2 tugasnya salah aja dia ngasih hukuman dari jam 11 sampai jam 4 (alamak, kalau maen PS sih gag berasa) sampai sekarang aku msh gag paham jalan pikirannya, kalau ketemu dijalan, dia suka pamer-pamerin gigi gitu, kyk orang yang udah dikontrak pepsodent buat senyum dan dibayar Rp 200 tiap senyumnya. Wkwkwkwkwkwk. Kyknya cukup sekian kisah anehku di kampus. Aku masih semester1, jadi belum banyak kejadian konyol yang terjadi disana.

0 komentar: